Konsep Segitiga Di Dapur
desain

Konsep Segitiga di Dapur

Halo, kembali lagi bersama penulis yang pastinya masih membahas sudut-sudut dari dapur. Sebelumnya, udah baca tips yang pertama belum? Kalo belum, coba baca dulu deh, karena kali ini bakal bahas kelanjutan dari kemarin. Kali ini penulis mau lanjutin tentang sebuah teori yang digunakan untuk merancang sebuah dapur, yaitu teori segitiga atau konsep segitiga di dapur.

Dalam dunia arsitektur, untuk menata sebuah area diperlukan zoning yang tepat. Jadi, dalam sebuah ruang dibagi menjadi beberapa zonasi sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Nah, kali ini kita akan membuat zonasi dari sebuah ruang yaitu dapur. Masih ingat kan area dapur dibagi menjadi area apa saja?

Kalo belum, cek dulu yuk tips dapur eps 1

Dalam menata interior dapur, terdapat satu teori segitiga yang tidak boleh dilupakan. Teori segitiga atau working triangle membuat usernya mudah melakukan aktivitas dalam ruang tersebut. Istilah sederhananya, area segitiga ini merupakan workflow kalian selama memasak. Tujuan dari segitiga ini mempermudah kalian untuk bergerak lincah ketika memasak. Jadi letak antara area preparasi, memasak, dan menyimpan membentuk segitiga sesuai alur memasak dan mudah dijangkau.

Gimana, sudah ada bayangan belum?

Tenang-tenang, nih aku kasih contoh sebuah kasus.

Pada umumnya, pola memasak yang dilakukan oleh kebanyakan orang adalah mengambil bahan, mempersiapkan bahan, lalu mengolahnya. Dalam alur tersebut, yang kita butuhkan pertama  adalah area penyimpanan umum, dalam hal ini kulkas. Jadi setelah mengambil bahan dari kulkas, kita menuju area preparasi untuk mempersiapkan semua bahan, atau dalam frasa kuliner disebut mise en place. Nah area preparasi ini pastinya membutuhkan cooking table yang bersih dan sink sebagai tempat mencuci bahan masakan. Setelah semua bahan tersedia, barulah kita mengolah bahan makanan tersebut menjadi sebuah hidangan spesial menggunakan kompor. Sekarang coba perhatikan ilustrasi di bawah ini

Konsep Segitiga Di Dapur

 

Pada ilustrasi tersebut, terdapat sebuah alur memasak yang jika ditarik garis pada setiap titik bisa menyerupai segitiga. Dapur yang baik tentu menggunakan teori ini dalam konsep perancangan. Tujuan dari teori segitiga selain mempermudah pengguna, durasi memasak akan lebih efisien dan tertata. Kalo masaknya tertata, dijamin nggak akan ketemu sama dapur berantakan.

Bagaimana, sudah mulai paham belum dengan konsep segitiga dalam dapur?

Episode selanjutnya, penulis akan sharing tentang tipe-tipe dapur berdasar kebutuhan ruang. Tentunya menggunakan ilustrasi yang jelas untuk mempermudah pembaca.

Sekian dan sehat selalu!

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *